mTV Jateng | Blora
Kecurangan pengisian perangkat desa (Perades) yang diikuti 194 desa di Kabupaten Blora dengan jumlah kursi sebanyak 857, menyeruak di awal tahun ini. Dugaan kecurangan mulai dari pemalsuan data, jual beli kursi, pelaksanaan test hingga kasus nepotisme.

Warga yang merasakan hal tersebut, melayangkan laporan dan gugatan hukum. Mulai dari melapor ke aparat penegak hukum daerah, hingga mengadu ke Ombudsman RI, Kemendagri, Badan Syber dan Sandi Negara hingga KPK.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Blora Jatmiko pun memberikan kabar perkembangan terkait laporan kasus Perades. Ada dua berkas yang dikembalikan kepada penyidik kepolisian karena belum lengkap.

Diantaranya, satu berkas lagi surat perintah dimulainya penyidikan telah diterimanya, serta tiga berkas yang sudah mulai disidik. Pihaknya juga menerima perintah Kejati Jateng terkait sejumlah laporan dugaan nepotisme. (tim redaksi)