Reporter l Edi Wiyono
Editor     l Arief Pramono

mTV Jateng l Pati
Hingga bulan Juli ini, ribuan nelayan di Kabupaten Pati masih belum bisa melaut lantaran kenaikan harga bbm jenis solar. Akibatnya, kapal di alur sungai Juwana dan dermaga TPI setempat menumpuk.

Diperkirakan hingga saat ini, baru 30 persen nelayan Pati yang berani melaut. Sedangkan lainnya masih memilih menambatkan kapalnya, karena tingginya harga BBM solar yang tembus Rp 18 ribu perliternya.

Sekjend HNSI Kabupaten Pati, Suratman pun mendesak pemerintah mempertimbangkan lagi kenaikan harga BBM solar, agar ekonomi nelayan tidak semakin terpuruk. Rencananya, seluruh nelayan di Indonesia akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara pada 20 Juli mendatang.(*)