Reporter l Fahri Akbar

mTV Jateng l Pekalongan
Besar pasak daripada tiang, peribahasa inilah yang tampak pada Anggaran Pendapatan Daerah Kabupaten (APBD) Pekalongan tahun anggaran 2023, yang direncanakan sebesar Rp 2. 180 Triliun. Sedangkan belanja daerah direncanakan sebesar Rp 2,181 Triliun, sehingga secara struktur terjadi defisit Rp 1 Miliar.

Hal ini terungkap dalam paparan Bupati Pekalongan dalam lanjutan rapat paripurna di gedung DPRD Pekalongan, Jumat (12/8/2022). Rapat ini terkait Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum APBD dan PPAS Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melalui Wakil Bupati Mansur Hidayat mengatakan, meski secara struktur terjadi defisit Rp 1 miliar dalam APBD 2023. Namun demikian terdapat penerimaan pembiayaan sebesar Rp 30 Miliar yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa).

Sedangkan pengeluaran pembiayaan, kata Mansur, direncanakan sebesar Rp 29 miliar. Dengan demikian, terdapat pembiayaan netto sebesar Rp 1 Miliar, yang diharapkan dapat menutup defisit anggaran yang mengalami selisih kurang antara pendapatan daerah dengan belanja daerah pada tahun 2023 mendatang.

Untuk pengeluaran pembiayaan yang direncanakan sebesar Rp 29 miliar, dialokasikan untuk pembentukan dana cadangan penyelenggaraan Pilkada serentak 2024 sebesar Rp 20 Miliar dan penyertaan modal Rp 9 Miliar.(*)