Reporter l Rizaldi Adnan
Editor l Arief Pramono

mTV Jateng l Pemalang

KPK Kembali menggeledah kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, Selasa pagi (16/8/2022). Penggeledahan ini dilakukan menyusul Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Ia berkunjung beserta lima pejabat lainnya, dalam kasus jual beli jabatan, serta proyek pengadaan barang dan jasa.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di BPBD Pemalang yang diperiksa tim KPK, antara lain Irwanto Kepala Sub Bagian Kedaruratan, Joko Triasmoro Kabid Rehab Rekontruksi BPBD, Alzam Habibi staf BPBD dan Sugianto kepala BPBD Pemalang.

Sebelumnya, tim KPK telah membuktikan barang bukti berupa dokumen dan barang elektronik dari penggeledahan yang dilakukan di kantor Bupati Pemalang.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan enam tersangka dalam kasus tersebut. Yaitu sebagai penerima uang hasil korupsi adalah Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dan Adi Jurnal Widodo sebagai Komisaris Perusahaan Daerah Aneka Usaha.

Sedangkan sebagai pemberi uang suap, yakni PJ Sekda Kabupaten Pemalang Slamet Masduki, kepala BPBD Sugiyanto, kepala Dinas Kominfo Yanuarius serta kepala Dinas PUPR Mohammad Saleh.

KPK membeberkan uang suap untuk setiap posisi jabatan yang bervariasi, disesuaikan dengan jenjang jenjang dan eselonnya. Dengan nilai berkisar antara Rp 60 juta hingga Rp 350 juta. Sejumlah pejabat yang melakukan penyuapan menduduki posisi jabatan strategis di Pemkab Pemalang.

Bupati Mukti Agung Wibowo melalui Adi Jurnal Widodo, diduga menerima sejumlah uang dari beberapa pejabat ASN di Pemkab Pemalang maupun dari pihak lain. Nilai uang suap jumlah keseluruhan sekitar Rp 4 miliar.(*)