mTV Jateng | Kota Pekalongan
Masifnya ekploitasi air bawah tanah dan tercemarnya air permukaan akibat limbah industri dan domestik di Kota Pekalongan, menjadi bahasan dalam diskusi zoom peringatan Hari Kota Sedunia, Kamis 3 November 2022.

Kegiatan yang dimotori Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan ini, diikuti para aktivis lingkungan hidup dan institusi terkait lainnya.

Data yang dimiliki Bappeda menyebutkan, akibat penggunaan air bawah tanah berlebihan, berdampak permukaan tanah di Kota BatikĀ  makin turun. Instansi ini juga mencatat bahwa rata-rata tanah di Kota Pekalongan turun 3 centimeter setiap tahunnya.

Miftah selaku Kepala Bidang Perencanaan Ahli Madya Bappeda Kota Pekalongan memaparkan, jika pencegahan penurunan tanah tidak dilakukan, maka Kota Pekalongan diprediksi bisa tenggelam pada tahun 2035. (*)

Reporter | Sari Amalia
Kameramen | Saiful Ibad