mTV Jateng | Pekalongan
Penanganan limbah tekstil industri batik rumahan di Kota Pekalongan tampaknya menemui jalan buntu. Sebab instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang ada, tak lagi mampu menampung buangan limbah yang makin hari makin bertambah banyak. Anggaran yang dialokasikan pun hanya habis untuk membayar gaji karyawan penjaga IPAL.

Minimnya anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dalam APBD, membuat upaya perbaikan air permukaan tidak berjalan maksimal. Tak mengherankan jika bangunan IPAL yang ada di Desa Jenggot, kini sudah tak bisa lagi menampung air limbah industri batik.

Sampai kini, air permukaan di Kota Pekalongan belum bisa digunakan, lantaran komitmen pemerintah sendiri hanya sekadarnya saja. Akibatnya penanganan limbah di Kota Batik seperti jalan di tempat dan tidak ada kemajuan. Buktinya air sungai masih tetap dalam kondisi kritis dan tidak bisa digunakan.(*)

Reporter | Saiful Ibad